PGRI CABANG BANJARANYAR
PENDIDIKAN DASAR
Rabu, 17 Desember 2025
Senin, 28 Februari 2022
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 (PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI)
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan suatu pembelajaran yang mengakomodir semua kebutuhan belajar murid. Karena setiap murid pasti memiliki karakter, gaya belajar dan pemahaman yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Kita sebagai guru tentunya tidak bisa memperlakukan setiap murid dengan cara yang sama pada proses pembelajaran.
Sebagai solusi dari permasalahan-permasalahan yang terjadi, maka sangat penting bagi seorang guru melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi di kelasnya. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi kebutuhan belajar murid di kelas kita. Kebutuhan belajar tersebut meliputi kesiapan belajar (readiness), minat murid, dan profil belajar murid.
- Kesiapan belajar (readiness) merupakan kapasitas murid untuk mempelajari materi baru. Dalam kesiapan belajar, kita bisa dapat menggunakan berbagai cara. Salah satu contohnya yaitu dengan memberikan mereka pertanyaan atau quiz terkait pokok bahasan yang akan kita bahas. Namun sebelum itu ada baiknya pada hari sebelumnya kita sudah menyampaikan kepada mereka tentang materi pertemuan berikut.
- Minat adalah salah satu motivator penting bagi murid untuk dapat 'terlibat aktif' dalam proses pembelajaran. Minat merupakan ketertarikan murid terhadap sesuatu yang dianggap menarik. Disini guru dapat memberikan suatu masalah yang dapat menimbulkan keingintahuan dari murid. Namun tidak semua murid mempunyai minat yang sama, untuk itu kreatifitas guru dalam memilih materi dan media agar terlihat menarik dan unik bagi murid.
- Profil belajar murid menurut Tomlinson (dalam Hockett, 2018) merupakan pendekatan yang disukai murid untuk belajar, yang dipengaruhi oleh gaya berpikir, kecerdasan, budaya, latar belakang, jenis kelamin, dll. Profil belajar murid yang dapat depelajari berupa: visual, auditoring, enistetik (profil belajar dengan gaya tersendiri).
Setelah kebutuhan belajar murid kita identifikasi, maka langkah selanjutnya adalah menentukan strategi pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai dan akan kita terapkan pada proses pembelajaran. Baik itu diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk.
- Diferensiasi konten; merupakan pembelajaran yang mengacu pada kemampuan pengetahuan dan keterampilan.
- Diferensiasi proses merupakan pembelajaran yang mengacu pada kesiapan belajar murid, gaya belajar, minat, ataupun pendekatan emosional.
- Diferensiasi produk; keluaran, tagihan dari yang diharapkan dari murid apa yang telah dipelajari.
Senin, 07 Februari 2022
RANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF
- Memfasilitasi siswa membuat kesepakatan kelas yang selanjutnya diyakini menjadi suatu keyakinan kelas oleh seluruh siswa agar dapat melaksanakan gotong royong dalam menjaga kebersihan.
- Melakukan kerja sama dengan teman sejawat di sekolah agar bersinergis dalam melaksanakan kegiatan gotong royong dalam menjaga kebersihan di setiap kelas.
- Melakukan evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan, selanjutnya mencari solusi dari permasalahan yang ditemukan salah satunya dengan melakukan kegiatan restitusi.
- Pembuatan Kesepakatan Kelas
- Pelaksanaan Gotong Royong Menjaga Kebersihan
Jumat, 17 Februari 2017
TEKS PILDACIL "SHALAT TIANG AGAMA"

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Rabu, 21 September 2016
|
Nomor
|
NAMA SISWA
|
NILAI
|
PARAF GURU
|
PARAF
ORANG TUA
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
|
Dokuritsu Zunbi choosakai adalah nama istilah BPUPKI
dalam bahasa Jepang
|
B - S
|
|
2.
|
Sebelum masa kebangkitan
nasional perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah masih bersifat
kedaerahan
|
B - S
|
|
3.
|
Sumpah pemuda berisi tentang
ikrar pemecah persatuan bangsa
|
B – S
|
|
4.
|
Mufakat atau demokrasi merupakan
butir usulan dasar negara menurut Mr. Muhammad Yamin
|
B – S
|
|
5.
|
Persatuan Indonesia merupakan
sila ketiga pancasila
|
B – S
|
|
1.
|
( ... ) Waktu terjadinya peristiwa sumpah pemuda.
|
A. Drs. Moh. Hatta
|
|
2.
|
( ... ) Tanggal dibentuknya BPUPKI.
|
B. Ir. Soekarno
|
|
3.
|
( ... ) Tanggal pengusulan dasar negara oleh Mr.
Soepomo.
|
C. 28 Oktober 1928
|
|
4.
|
( ... ) Tokoh yang mencetuskan istilah pancasila.
|
D. 31 Mei 1945
|
|
5.
|
( ... ) Nama anggota panitia sembilan.
|
E. 1 Maret 1945
|
